Patrick Kluivert
FAJAR.CO.ID, AMSTERDAM -- Mantan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, kembali ke kampung masa kecilnya di Amsterdam dengan misi sosial yang bermakna setelah kontraknya dengan PSSI berakhir pada 2026.
Meski gagal membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026, Kluivert kini berperan sebagai duta Cruyff Foundation dan meresmikan lapangan sepak bola bernama Cruyff Court Patrick Kluivert yang dibangun di lingkungan tempat ia tumbuh besar.
Kegagalan dan Keinginan Melatih Lebih Lama
Patrick Kluivert menangani Timnas Indonesia pada tahun 2025 dalam upaya menuju Piala Dunia 2026. Namun, kegagalan Indonesia di putaran keempat kualifikasi zona Asia yang berujung dua kekalahan membuat tim gagal lolos ke Piala Dunia.
Kegagalan tersebut juga menjadi momen perpisahan Kluivert dengan Timnas Indonesia setelah PSSI memutus kontraknya.
Kendati demikian, Kluivert menegaskan bahwa pengalaman melatih Timnas Indonesia sangat fantastis dan tidak terlupakan.
"Sangat fantastis. Saya tak pernah bekerja dengan kegilaan seperti di sana. 300 juta orang begitu tergila-gila dengan sepak bola," katanya kepada Voetbal Primeur.
"Saya bekerja dengan fantastis, namun sayangnya, saya gagal mencapai apa yang kami inginkan," jelasnya menanggapi kegagalan yang dialami.
Lebih lanjut, mantan pemain Ajax dan FC Barcelona itu mengungkapkan keinginannya untuk bisa melanjutkan melatih Tim Garuda lebih lama, namun takdir berkata lain. "Saya sangat ingin melanjutkan (melatih Timnas Indonesia), namun sayangnya hal itu tak mungkin terjadi," bebernya.
Misi Sosial di Amsterdam dan Peresmian Cruyff Court
Setelah berpisah dengan Timnas Indonesia, Kluivert tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan baru. Ia bergabung dengan badan amal milik Johan Cruyff, Cruyff Foundation, dan kembali ke lingkungan masa kecilnya di Amsterdam dengan misi sosial.
Pada Rabu, 18 Februari 2026, Patrick Kluivert secara resmi meresmikan lapangan sepak bola Cruyff Court Patrick Kluivert yang dibangun di area yang sebelumnya merupakan lahan kosong tanpa fasilitas olahraga. Lapangan ini kini menjadi ruang aktivitas multifungsi yang ramah anak serta berfungsi sebagai titik temu masyarakat setempat untuk berolahraga, berinteraksi, dan membangun komunitas yang lebih positif.
"Dari jalanan Amsterdam-Noord hingga stadion-stadion terbesar di dunia. Kini ia kembali sebagai duta Cruyff Foundation," tulis Kluivert dalam akun Instagramnya.
Kluivert memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kawasan tersebut, karena di sanalah ia mengasah kemampuan dasar sepak bolanya sebelum ditemukan pemandu bakat dan direkrut oleh akademi Ajax, klub yang menjadi batu loncatan karier profesionalnya hingga menembus level elite Eropa.
"Pada Rabu, 18 Februari, kami membuka Cruyff Court Patrick Kluivert, tepat di lingkungan tempat ia tumbuh besar, bermain sepak bola jalanan, dan ditemukan oleh Ajax," pungkasnya. (Erfyansyah/Fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949345/original/036688600_1726886704-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454056/original/015229200_1766547906-Depositphotos_782894422_XL.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328749/original/063853200_1756266193-Depositphotos_557968310_XL.jpg)

