Isu Panas Bandara Ilegal di Morowali, Faizal Assegaf Pertanyakan Perbedaan Sikap Sjafri dan Maruli

3 days ago 8
Faizal Assegaf.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kritikus Faizal Assegaf, ikut memberikan komentarnya terkait bandara ilegal yang diungkap Menhan, Sjafri Sjarifuddin, di Morowali.

Dikatakan Faizal, ada sesuatu yang aneh.

Sebab, delapan bulan lalu, KSAD TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Kodim 1311/Morowali di Kabupaten Morowali.

Dikatakan Faizal, sepulang dari Morowali, Maruli tidak membawa kabar seperti yang disampaikan Sjafri baru-baru ini.

Sebuah bandara ilegal yang belakangan diketahui telah beroperasi sejak 2019 lalu pada masa pemerintahan Jokowi.

Asumsi liar pun mendadak bermunculan. Tidak sedikit yang menduga bahwa ada perbedaan misi atau kepentingan antara Sjafri dan Maruli.

"Mungkin ada silang kepentingan kedua pihak," ujar Faizal di X @faizalaasegaf (26/11/2025).

Jika dugaannya benar, kata Faizal, maka ia menegaskan bahwa itu merupakan sinyal bahaya dalam pemerintahan Presiden Prabowo.

"Kalau demikian sangat berbahaya, sebab kedua tokoh berada di lingkar inti kekuasaan. Berpotensi menyulut ketegangan serius," sebutnya.

Aktivis 98 ini bilang, bukan hanya perihal ijazah yang dicurigai palsu. Namun juga para elite di lingkaran kekuasaan.

"Bukan hanya ijazah yang palsu, perilaku elite juga penuh kepalsuan," tandasnya.

Sebelumnya, isu keberadaan bandara yang diduga beroperasi tanpa otoritas negara di kawasan industri Morowali mendadak menjadi perhatian publik.

Hal ini mencuat setelah Peneliti Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS), Edna Caroline, mengungkap sederet kejanggalan terkait Bandara PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), yang sudah berjalan sejak masa pemerintahan Jokowi pada 2019.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |