Iran Tegaskan Tidak Akan Berperang dengan Negara Muslim dan Tolak Pengembangan Senjata Nuklir

8 hours ago 4

FAJAR.CO.ID - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak berniat berkonflik dengan negara-negara Muslim dan siap menyelesaikan berbagai persoalan dengan negara tetangga melalui kerangka kerja sama keamanan yang melibatkan negara-negara Muslim guna menjaga stabilitas kawasan tanpa campur tangan asing.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pesan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri dan Nowruz yang jatuh pada 21 Maret, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Islamic Republic News Agency pada Jumat (20/3).

Iran Tolak Konflik dan Pengembangan Senjata Nuklir

Menanggapi ketegangan yang meningkat antara Iran dan beberapa negara Arab akibat serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran memandang negara-negara Muslim sebagai "saudara" dan menganggap pihak luar sebagai penyebab utama ketegangan di kawasan Timur Tengah.

"Iran tidak berniat berselisih dengan negara-negara Islam," jelas Pezeshkian, yang juga menegaskan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir merujuk pada fatwa pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, yang melarang penggunaan senjata atom.

Serangan dan Respons Militer di Kawasan Timur Tengah

Pada 28 Februari lalu, serangan gabungan yang dikaitkan dengan AS dan Israel menargetkan Teheran dan beberapa kota lain di Iran, menewaskan sejumlah pejabat militer senior dan warga sipil. Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan Timur Tengah.

"Tidak akan ada pejabat Iran yang mengarah pada pengembangan senjata pemusnah massal," pungkas Pezeshkian, meskipun Amerika Serikat disebut berupaya membangun persepsi sebaliknya.

Read Entire Article
Relationship |