Gangguan Selat Hormuz Tunda Kedatangan Tanker Pertamina Pride, Pemerintah Siapkan Pasokan Minyak Alternatif

3 hours ago 1
Kapal Tanker Pertamina Pride

FAJAR.CO.ID - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyebabkan tanker Pertamina Pride masih tertahan di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia, sehingga berpotensi menunda pasokan minyak mentah ke Indonesia yang sangat dibutuhkan untuk kebutuhan energi nasional.

Tankernya yang membawa sekitar 249.821 metrik ton minyak mentah, setara hampir 2 juta barel, terjebak di perairan Arab Saudi dekat Ras Tanura dan belum bisa melintasi Selat Hormuz sesuai jadwal tiba pada 2 April 2026.

Diplomasi dan Koordinasi Terus Berjalan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan PT Pertamina International Shipping (PIS) aktif melakukan komunikasi dengan pihak berwenang di kawasan agar kapal dan awaknya dapat melintas dengan aman.

"Kami masih terus memonitor dan berkomunikasi dengan pihak berwenang," jelas Vice President Corporate Communication Pertamina.

Lebih lanjut, pemerintah Iran dikabarkan memberikan respons positif terhadap permintaan Indonesia, namun proses teknis dan operasional masih dalam tahap pembahasan.

"Langkah lanjutan kini difokuskan pada aspek teknis dan operasional," beber koordinasi antara Kemlu dan PIS.

Strategi Mitigasi dan Pasokan Alternatif

Meski menghadapi keterlambatan, pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap aman dengan menyiapkan minyak pengganti dari sumber di luar kawasan konflik, termasuk Amerika Serikat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap minyak Timur Tengah hanya sekitar 20% dari total impor minyak mentah.

"Timur Tengah hanya menyumbang sekitar 20% impor minyak mentah," katanya menegaskan.

Read Entire Article
Relationship |