Dokter Eva Bicara Pahit Soal IQ Orang Indonesia: Hanya Fokus MBG, Kesehatan dan Pendidikan Kekurangan Dana

2 hours ago 1
Ilustrasi tes IQ. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial sekaligus seorang dokter, Eva Sri Diana, bicara blak-blakan terkait skor IQ rata-rata masyarakat Indonesia yang berada di posisi bawah dalam laporan World Population Review 2026.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan kondisi sektor kesehatan dan pendidikan yang masih menghadapi keterbatasan anggaran.

Eva menyinggung fokus kebijakan pemerintah yang belum menyentuh akar persoalan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.

Dikatakan Eva, sektor kesehatan dan pendidikan masih menghadapi keterbatasan dukungan.

Ia kemudian membandingkan dengan program lain yang dianggap lebih dominan.

"Dunia kesehatan kekurangan dana, dunia pendidikan kekurangan dana. Hanya fokus MBG," ujar Eva dikutip fajar.co.id, Kamis (9/4/2026).

Kaitkan Gizi Ibu Hamil dengan Kualitas Anak

Ia juga menyinggung persoalan gizi ibu hamil yang disebutnya berdampak langsung terhadap perkembangan anak sejak dalam kandungan.

"Ibu hamil kurang gizi, melahirkan anak bodoh, karena kurang gizi selama dalam kandungan," tukasnya.

Selain itu, Eva menaruh perhatiannya pada kesejahteraan guru yang dianggap belum memadai. Baginya, kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas proses pendidikan.

"Gaji guru kecil sehingga ongkos saja kurang, bagaimana mau maksimal mendidik murid, lagi-lagi anak jadi bodoh karena kurang ilmu," terang dia.

Khawatir Peringkat Semakin Turun

Eva bilang, posisi Indonesia dalam daftar IQ global yang berada di peringkat bawah dikhawatirkan terus menurun dalam beberapa tahun ke depan.

"Sekarang peringkat 131-142 negara. Sepuluh tahun lagi peringkat 142? Speechless," kuncinya.

Read Entire Article
Relationship |