Dedek Prayudi: Kok Banyak Kritik Tapi Kepuasan Terhadap MBG Tinggi?

2 weeks ago 19
Dedek Prayudi alias Uki, juru bicara (jubir) Kantor Komunikasi Kepresidenan RI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Dedek Prayudi alias Uki, juru bicara (jubir) Kantor Komunikasi Kepresidenan RI, menegaskan meski di media sosial selalu riuh dengan kritikan bahkan cacian terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejatinya rakyat di akar rumput, mereka merasakan manfaat MBG yang makin hari makin baik.

Hal ini dalam rangka menanggapi tingkat kepuasan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirilis survei terbaru Indikator Politik Indonesia.

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 72,8 persen masyarakat penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyatakan puas dengan program tersebut.

Selain itu, ada juga 12,2 persen masyarakat yang menyatakan sangat puas terhadap program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Kok banyak kritik tapi kepuasan terhadap MBG tinggi? Begini, MBG itu program baru yang sekali diterapkan langsung dalam skala massif. Dimulai pada 6 Januari 2025, kini MBG sudah melayani 55 juta penerima manfaat & membuka 1 juta lapangan pekerjaan," jelas Uki melalui akun X pribadinya, dikutip pada Selasa (10/2/2026).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengatakan, pemerintah patut berterima kasih kepada pemerhati dan kritikus MBG.

Karena sebagai program baru yang masif, tentu banyak kekurangan di sana-sini. Infrastruktur, SDM, alat kelengkapan, dan lain sebagainya terus berproses, proses mencari bentuk terbaik.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Menurut dia, selama kritik, temuan netizen, dan cacian direspons dan dikelola dengan baik maka dapat menjadi masukan yang sangat berharga.

"Mungkin di medsos yang muncul yang negatif-negatif saja. Mungkin perbaikan tata kelola gak rame di medsos," tuturnya.

"Tapi akar rumput merasakan perbaikan itu, mereka merasakan manfaat MBG yang makin hari makin baik. Mereka merasakan dampak MBG untuk perbaikan gizi anak-anak sekaligus peluang bekerja dan berusaha, terutama bagi petani, pekebun dan peternak," tegas Uki.

Bagi Uki, tingginya kepuasan publik terhadap program MBG juga merupakan bukti pemerintah mendengarkan kritik dengan baik.

"Demokrasi bekerja dengan baik dalam program MBG," pungkasnya.

Terpisah, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), layanan kesehatan gratis, dan pemerataan pendidikan telah menunjukkan capaian nyata.

Ia mengklaim bahwa program MBG kini telah menjangkau 60 juta penerima dan ditargetkan mencapai 82 juta pada Desember 2026, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi satu juta orang.

Sebelumnya, Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi menerangkan, persepsi masyarakat yang puas atau sangat puas bisa saja suatu waktu atau tiba-tiba berubah bila Badan Gizi Nasional tidak memperbaiki kualitas hingga mengelolal isu miring dalam MBG.

“Nah, yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN ya, Badan Gizi Nasional, untuk memperbaiki baik kualitas terutama maupun isu-isu negatif yang selama ini muncul. Misalnya isu keracunan,” terang Burhanuddin.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |