Blood Moon Terlihat di Sulsel, Penampakan Gerhana Bulan “Merah” dari Bulu Saukang Jadi Sorotan

9 hours ago 2
Gerhana Bulan Merah di Bulu Saukang (dok: Hamka/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Fenomena gerhana bulan total atau yang populer disebut Blood Moon menghiasi langit Indonesia pada Selasa malam (3/3/2026). Di Sulawesi Selatan, penampakan bulan berwarna kemerahan terlihat jelas dari kawasan Bulu Saukang dan menjadi perhatian warga yang menyaksikan langsung peristiwa astronomi langka tersebut.

Berdasarkan laporan jurnalis di lokasi, bulan tampak berubah warna menjadi kemerahan sekitar pukul 19.30 WITA. Warna merah yang menyelimuti permukaan bulan terlihat kontras di langit malam yang relatif cerah, sehingga memudahkan masyarakat mengamati tanpa alat bantu.

Fenomena serupa juga terpantau di Batam, Kepulauan Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menyampaikan bahwa gerhana bulan total dapat disaksikan masyarakat Batam mulai pukul 18.33.39 WIB dan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, menjelaskan bahwa gerhana bulan total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar, sehingga bayangan Bumi sepenuhnya menutupi Bulan. “Jika kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan, masyarakat dapat melihat perubahan warna Bulan menjadi kemerahan saat fase puncak gerhana,” katanya saat dikonfirmasi di Batam.

Ia menambahkan bahwa fenomena ini dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus. Namun, penggunaan teropong atau teleskop akan membantu masyarakat melihat detail permukaan Bulan dengan lebih jelas. “Gerhana bulan total dapat dilihat di mana saja selama langit tidak tertutup awan,” tambahnya.

Read Entire Article
Relationship |