Bahlil Buat Pengakuan Soal Stok BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

4 hours ago 3
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah memanas akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik ataupun melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.

Kapasitas Cadangan Minyak 25 Hari

Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas penyimpanan minyak nasional memang terbatas, namun masih berada dalam batas aman.

“Kepada saudara-saudara saya sebangsa dan setanah air, dari Aceh sampai Papua," ujar Bahlil seusai acara buka puasa bersama di Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, kemarin.

"Saya ingin menyampaikan bahwa kemampuan storage atau tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya hanya sekitar 25 hari,” tambahnya.

Dikatakan Bahlil, kapasitas tersebut bukan kondisi baru, melainkan pola yang telah berlangsung sejak lama dalam sistem penyimpanan energi nasional.

Stok Minyak Disebut Masih Aman

Bahlil menegaskan standar minimal cadangan minyak untuk kebutuhan nasional berada di atas 20 hari.

Saat ini, kata dia, stok minyak Indonesia masih berada di kisaran 23 hari sehingga dinilai masih aman untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

“Standar minimal ketersediaan kita itu harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi artinya standar kepemilikan minyak kita aman. Tidak perlu panik, suplai lancar,” tukasnya.

Read Entire Article
Relationship |