AMERIKA DI AMBANG REVOLUSI! Demo Terbesar Sepanjang Sejarah Tuntut Trump Lengser, Akibat ‘Perang Pesanan’ Israel ke Iran?

9 hours ago 3
Donald Trump

​FAJAR.CO.ID, NEW YORK – Dunia sedang berada di titik nadir. Ketegangan global mencapai puncaknya setelah aliansi Amerika Serikat-Israel meluncurkan agresi militer terhadap Iran. Dampaknya tidak main-main: ekonomi dunia guncang hebat, dan di Amerika Serikat sendiri, harga minyak meroket hingga 100%.

​Kondisi ini memicu amarah luar biasa warga Paman Sam. Akhir pekan lalu, jutaan rakyat Amerika tumpah ruah ke jalan-jalan kota besar dalam apa yang disebut sebagai demonstrasi terbesar dalam sejarah negara adidaya tersebut. Tuntutan mereka satu: Makzulkan Presiden Donald Trump sekarang juga!

​'The Epstein Files' dan Ambisi Menjadi Raja

​Tokoh Muslim terkemuka di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali, menyoroti bahwa kemuakan rakyat Amerika sebenarnya sudah menumpuk lama. Trump dinilai telah mengangkangi Konstitusi dan nilai-nilai luhur American Values.

​"Kebijakan imigrasi yang tidak manusiawi dan rasisme yang telanjang hanyalah puncak gunung es," ungkap Imam Shamsi Ali melalui keterangan tertulisnya kepada fajar.co.id, Rabu malam (8/4/2026).

Namun, kata dia, kemarahan publik benar-benar meledak saat skandal kriminal pelecehan anak di bawah umur—yang dikenal sebagai "The Epstein Files"—terbuka lebar ke publik.

​Ironisnya, tuntutan rakyat ini membentur tembok tebal di Washington. Dengan lembaga legislatif (Senat dan Kongres) serta Yudikatif (Mahkamah Agung) yang didominasi loyalis Republikan, Trump seolah tak tersentuh.

​"Presiden Trump ingin menempatkan diri sebagai 'Raja', bertindak sesuka hati tanpa mempedulikan hukum. Wajar jika tema demo saat ini adalah 'No King' (Tolak Kerajaan)!!" tambah Imam.

​Agenda Tersembunyi: 'Israeli Raya' dan Ambisi Nobel

​Imam Shamsi Ali membongkar tabir di balik serangan ke Iran. Menurutnya, ini bukan perang Amerika, melainkan perang Israel terhadap Iran di mana Amerika hanyalah "alat".

Read Entire Article
Relationship |