Ada Upaya Bersihkan Darah Bripda Dirja Pratama Usai Dianiaya di Aspol, Prof Heri Bilang Mirip Kasus Ferdy Sambo

2 hours ago 1

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kriminolog Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Heri Tahir, menyebut bahwa penganiayaan oleh senior yang menyebabkan meninggalnya Bripda Dirja Pratama (19) di asrama Dit Samapta Polda Sulsel mirip dengan kasus yang menyeret Ferdy Sambo.

Mirip dengan Kasus Ferdy Sambo

Heri berkaca pada salah satu anggota atas nama Bripda MA yang saat ini berstatus saksi diduga berupaya membersihkan darah di lokasi kejadian.

"(Ada kemiripan dengan kasus Sambo?) Iya, semua bisa dikenakan obstruction of justice, menghalangi penyelidikan. Itu jelas sekali," ujar Prof Heri kepada fajar.co.id, Jumat (27/2/2026).

Yang paling diingat publik pada kasus yang menewaskan Brigadir J, Sambo memerintahkan anak buahnya untuk mengambil dan merusak hardisk CCTV di pos sekuriti Duren Tiga.

Sementara, Komnas HAM menemukan jejak digital perintah Sambo untuk memusnahkan bukti-bukti, termasuk informasi digital.

Selain itu, keluarga korban diintimidasi untuk tidak membuka peti jenazah. Selain itu, Karopaminal saat itu, Brigjen Hendra Kurniawan, diperintahkan untuk menjelaskan kronologi palsu bahwa kematian terjadi akibat baku tembak, bukan pembunuhan.

"Jadi saya kira (Bripda MA) kan bisa diterapkan obstruction of justice, menghalang-halangi penyelidkan. Saya kira itu potensi jadi tersangka," tegasnya.

Adapun untuk anggota yang satunya, kata Prof Heri, bisa digunakan berikan keringanan jika memang tidak melapor karena mendapatkan ancaman.

"Kalau yang satunya, memang kita bisa anggap tidak melapor itu kan banyak pertimbangan dia tidak melapor. Mungkin ada ketakutan dan lain sebagainya," sebutnya.

Read Entire Article
Relationship |